Jumat, 28 September 2012

Tugas Database 3



Imam qordlowi

IT 1 AeU 
Pengajar: Pak Bachris
database system

NIM : 4812010013

1.  Beberapa software RDBMS

  1. MySQL
  2. Oracle
  3. Microsoft SQL server
  4. Firebird
  5. Visual Foxpro
  6. Postgre SQL
  7. dBASE
  8. IBM DB/2
  9. Clipper
  10. FoxPro
  11. Model Data
Arsitektur system basis data memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data.  Dan terbagi atas tiga level yaitu :
1.      Internal/Physical Level: berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage). Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte.
2.      External /View Level, berhubungan dengan bagaimana data di representasikan dari sisi setiap pengguna dan merupakan level pengguna. Yang dimaksud dengan pengguna adalah programmer, end user atau D. Untuk programmer, bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C, COBOL,  atau PL/I.
3.      Conceptual/Logical Level yang menghubungkan antara internal & external level. Conceptual level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data. Tidak seperti level eksternal maka pada level conceptual, keberadaannya tidak memperhitungkan kekurangan perangkat keras maupun perangkat lunak pembangun aplikasi basis data.
Entity-relationship Model
E-R model didasarkan atas persepsi terhadap dunia nyata yang terdiri dari  sekumpulan objek, disebut entity (entitas) dan hubungan antar objek tersebut, disebut  relationship. Entity adalah objek di dunia yang bersifat unik. Setiap entitas mempunyai atribut yang membedakannya dengan entitas lainnya. Contoh :  entitas Mahasiswa, mempunyai atribut nama, umur, alamat no. ktm.  Pemodelan data dengan model E-R menggunakan diagram E-R. Diagram E-R terdiri dari :
      Kotak persegi panjang, menggambarkan himpunan antar entitas
      Elip, menggambarkan atribut-atribut entitas
      Diamon, menggambarkan hubungan antara himpunan entitas
      Garis, yang menghubungkan antar objek dalam diagram E-R
Object-Oriented Model
      Model berorientasi objek berbasiskan kumpulan objek. Setiap objek berisi :
      Nilai yang disimpan dalam variable instant, dimana variable tersebut  “melekat” dengan objek itu sendiri.
      Metoda : operasi yang berlaku pada objek yang bersangkutan.
      Objek-objek yang memiliki tipe nilai & metode yang sama  dikelompokkan dalam satu kelas. Kelas disini mirip dengan tipe data abstrak pada bahasa pemrograman.
       Sending a message : sebuah objek dapat mengakses data sebuah objek  yang lain hanya dengan memanggil metode dari objek tersebut.
      Model Relasional ( Relational Model)
      model relasional menggunakan kumpulan tabel-tabel untuk merepresentasikan data
      & relasi antar data-data tersebut. Setiap tabel terdiri atas kolom-kolom, dan setiap kolom mempunyai nama yang unik. Model relasional berbeda dengan model jaringan & hirarki, dalam hal penggunaan pointer atau link.
      Model Jaringan (Network Model )
      Data dalam model jaringan direpresentasikan dengan sekumpulan record (Pascal), dan relasi antara data direpresentasikan oleh record & link. Link dipandang sebagai pointer. Record-record diorganisasikan sebagai graf.
      Model Hirarki (Hirarchical Model)
      Mirip dengan model jaringan.Data direpresentasikan dalam record dan link. Perbedaannya adalah, record-record diorganisasikan sebagai tree (pohon) daripada graf. Model relasional berbeda dengan model jaringan & hirarki, dalam hal penggunaan pointer atau link.
2.
Sistem manajemen basis data relasional
relational database management system (RDBMS) adalah sebuah program komputer (atau secara lebih tipikal adalah seperangkat program komputer) yang dirancang untuk mengatur/memanajemen sebuah basis data sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data atas permintaan penggunanya. Contoh penggunaan DBMS ada banyak sekali dan dalam berbagai bidang kerja, misalnya akuntansi, manajemen sumber daya manusia, dll.
Beberapa software RDBMS:
1.      MySQL: Mysql adalah software yang menggunakan standar SQL, yang bersifat multi-thread dan multi-use.
  1. Oracle: basis data relasional yang terdiri dari kumpulan data dalam suatu sistem manajemen basis data RDBMS. Perusahaan perangkat lunak Oracle memasarkan jenis basis data ini untuk bermacam-macam aplikasi yang bisa berjalan pada banyak jenis dan merk perangkat keras komputer (platform)
  2. Microsoft SQL server: Microsoft SQL Server adalah sebuah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) produk Microsoft. Bahasa kueri utamanya adalah Transact-SQL yang merupakan implementasi dari SQL standar ANSI/ISO yang digunakan oleh Microsoft dan Sybase. Umumnya SQL Server digunakan di dunia bisnis yang memiliki basis data berskala kecil sampai dengan menengah, tetapi kemudian berkembang dengan digunakannya SQL Server pada basis data besar.
  3. Firebird : Firebird (juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird di diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland.
  4. Visual Foxpro: Visual FoxPro adalah bahasa pemrograman berorientasi objek dan prosedural dari Microsoft.
  5. Postgre SQL: PostgreSQL adalah sebuah sistem basis data yang disebarluaskan secara bebas menurut Perjanjian lisensi BSD.. PostgreSQL menyediakan fitur yang berguna untuk replikasi basis data. PostgreSQL adalah sistem database yang kuat untuk urusan relasi, open source. Memiliki lebih dari 15 tahun pengembangan aktif dan sudah terbukti segala rancangan arsitekturnya telah mendapat reputasi tentang “kuat”, “handal”, “integritas data”, dan “akurasi data”
  6. dBASE : dBASE adalah sebuah sistem manajemen basisdata (DBMS) yang secara luas digunakan pada mikrokomputer yang dikenalkan oleh Ashton-Tate untuk komputer CP/M, dan kemudian untuk platform Apple II, Apple Macintosh dan IBM PC
  7. IBM DB/2: IBM DB2 Enterprise Server Edition merupakan sebuah perangkat lunak sistem manajemen basisdata relasional yang dikembangkan oleh IBM. Perangkat lunak tersebut utamanya berjalan pada sistem operasi Unix (sebut saja AIX), Solaris, Linux, IBM i/OS/400, z/OS, dan Microsoft Windows. DB2 juga diketahui digunakan sebagai sistem basis data pada IBM InfoSphere Warehouse edition.
  8. Clipper: Clipper adalah bahasa pemrograman yang lebih ditujukan untuk pengelolaan data.. Clipper dimasukkan ke dalam kelompok keluarga Xbase, yaitu dBase, Clipper, Foxbase, FoxPro, dan lain-lain. Beberapa keuntungan Clipper di antaranya: tidak memerlukan perangkat keras yang tinggi (PC AT 286 pun bisa digunakan, dan ingat di pelosok mungkin masih ada komputer PC AT 386), berbasis teks (tidak grafis) sehingga cepat dalam pencetakan ke printer dan mudah dalam pemasukan data, kecepatan pemasukan data (tentu disenangi oleh operator pemasukan data).
  9. FoxPro : bahasa pemrograman berorientasi objek dan prosedural dari Microsoft.
  10. Model Data: sekumpulan tool konseptual untuk mendeskripsikan data, relasi-relasi antar data, semantic data & konsistensi konstrain.
3.
A.
Arsitektur system basis data memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data.  Dan terbagi atas tiga level yaitu :
-          Internal/Physical Level: berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage). Merupakan level terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Internal.
-          External /View Level, berhubungan dengan bagaimana data di representasikan dari sisi setiap pengguna dan merupakan level pengguna. Yang dimaksud dengan pengguna adalah programmer, end user atau DBA. Setiap user mempunyai ‘bahasa’ yang sesuai dengan kebutuhannya. Untuk programmer, bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C, COBOL,  atau PL/I. Untuk end user, bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi. Pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Eksternal.
-          Conceptual/Logical Level yang menghubungkan antara internal & external level. Conceptual level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data. Tidak seperti level eksternal maka pada level conceptual, keberadaannya tidak memperhitungkan kekurangan perangkat keras maupun perangkat lunak pembangun aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Konseptual
b.
1. Model data berbasis objek
Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas.
2. Model data berbasis record
Digunakan untuk menguraikan seluruh logika dalam struktur database, juga digunakan untuk menguraikan implementasi dari system database. Hal itulah yang membedakan Model data berbasis record dengan model data berbasis objek.
3. Model data fisik
Yaitu konsep bagaimana data disimpan pada media penyimpanan (storage) dalam suatu susunan secara fisik.
4. Model data konseptual
Model konseptual bukanlah pendekatan proses informasi seorang programmer aplikasi, tetapi merupakan kombinasi beberapa cara untuk memproses data untuk beberapa aplikasi. Model konseptual tidak tergantung pada aplikasi individual, tidak tergantung pada DBMS yang digunakan, tidak tergantuk pada hardware yang digunakan serta tidak tergantung juga pada phisikal model.
C
. Entity-relationship Model
E-R model didasarkan atas persepsi terhadap dunia nyata yang terdiri dari  sekumpulan objek, disebut entity (entitas) dan hubungan antar objek tersebut, disebut  relationship. Entity adalah objek di dunia yang bersifat unik. Setiap entitas mempunyai atribut yang membedakannya dengan entitas lainnya. Contoh :  entitas Mahasiswa, mempunyai atribut nama, umur, alamat no. ktm.  Pemodelan data dengan model E-R menggunakan diagram E-R. Diagram E-R terdiri dari :
      Kotak persegi panjang, menggambarkan himpunan antar entitas
      Elip, menggambarkan atribut-atribut entitas
      Diamon, menggambarkan hubungan antara himpunan entitas
      Garis, yang menghubungkan antar objek dalam diagram E-R
Object-Oriented Model
      Model berorientasi objek berbasiskan kumpulan objek. Setiap objek berisi :
      Nilai yang disimpan dalam variable instant, dimana variable tersebut  “melekat” dengan objek itu sendiri.
      Metoda : operasi yang berlaku pada objek yang bersangkutan.
      Objek-objek yang memiliki tipe nilai & metode yang sama  dikelompokkan dalam satu kelas. Kelas disini mirip dengan tipe data abstrak pada bahasa pemrograman.
       Sending a message : sebuah objek dapat mengakses data sebuah objek  yang lain hanya dengan memanggil metode dari objek tersebut.
d. Model Relasional ( Relational Model)
model relasional menggunakan kumpulan tabel-tabel untuk merepresentasikan data
& relasi antar data-data tersebut. Setiap tabel terdiri atas kolom-kolom, dan setiap kolom mempunyai nama yang unik. Model relasional berbeda dengan model jaringan & hirarki, dalam hal penggunaan pointer atau link.
Model Jaringan (Network Model )
Data dalam model jaringan direpresentasikan dengan sekumpulan record (Pascal), dan relasi antara data direpresentasikan oleh record & link. Link dipandang sebagai pointer. Record-record diorganisasikan sebagai graf.
Model Hirarki (Hirarchical Model)
Mirip dengan model jaringan.Data direpresentasikan dalam record dan link. Perbedaannya adalah, record-record diorganisasikan sebagai tree (pohon) daripada graf. Model relasional berbeda dengan model jaringan & hirarki, dalam hal penggunaan pointer atau link

Tugas Database 2

Imam qordlowi

IT 1 AeU 
Pengajar : Pak Bachris
database system
NIM : 4812010013
 

1. Praktekan seluruh command pada DDL 
2. Tujuan Perancangan Basis Data
·         Untuk  memenuhi  kebutuhan-kebutuhan konten informasi dari  pengguna  dan  aplikasi-aplikasi tertentu.
·         Menyediakan struktur informasi yang alami dan mudah dipahami.
·         Mendukung  kebutuhan-kebutuhan    pemrosesan dan objektifitas  kinerja (waktu respon, waktu pemrosesan, dan ruang penyimpanan).
3. Perbedaan Macro Life Cycle dan Micro Life Cycle
Macro life cycle adalah siklus kehidupan system informasi.
1.             Database : Pada tahap ini menentukan model data dari basis data yang ingin dikembangkan.
2.             System definition Menentukan ruang lingkup aplikasi SI berupa para pemakai, awal dan berakhirnya     system.
3.              Requirements collection and Analysis Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data dan analisa dari hasil data yang telah terkumpul. Untuk penjelasan lebih lengkap apa saja yang harus dilakukan pada tahap perancangan basis data.
4.             Database Design & Application Design  Perancangan basis data dan perancangan aplikasi dari SI dilakukan pada tahap ini. Fase perancangan basis data meliputi secara konseptual, logical dan fisik.
5.             Implementation   Pemrosesan dari penulisan definisi basis data secara konseptual, eksternal, dan internal, pembuatan file-file basis data yang kosong, dan implementasi aplikasi yang telah dirancang ke dalam kode program perangkat lunak yang telah digabung dengan sistem basis data yang dibuat.
6.             Data loading and Conversion Data dimasukkan ke dalam sistem data dan selanjutnya melakukan konversi-konversi dari sistem yang lama ke dalam sistem yang baru.
7.             Testing  Sistem diuji dalam hal input, output dan proses untuk menghasilkan suatu pengujian yang menyeluruh sehingga dapat diketahui apabila ada kesalahan sistem, operasi atau pun kesalahan dalam proses.
8.             Operational & Maintenance   .Selama fase operasi, sistem secara konstan memonitor dan memelihara basis data. Pertambahan dan pengembangan data dan aplikasi-aplikasi perangkat lunak  dapat terjadi.Modifikasi dan pengaturan kembali basis data mungkin diperlukan dari waktu ke waktu.
Micro life cycle adalah siklus kehidupan basis data.
1. Pengumpulan data dan analisis
2. Perancangan basis data secara konseptual
3. Pemilihan DBMS
4. Perancangan basis data secara logika (data   model mapping)
5. Perancangan basis data secara fisik
6. Implementasi Sistem basis data.
        Pertama kenali bagian – bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan sistem basis data, termasuk pemakai yang ada dan para pemakai yang baru serta aplikasi – aplikasinya. Ada 4 aktifitas pengumpulan data dan analisa data, yang pertama adalah menentukan kelompok pemakai dan bidang – bidang aplikasinya . Langkah ini untuk menentukan aplikasi utama dan kelompok pengguna yang akan menggunakan basis data, individu utama pada tiap kelompok pemakai dan bidang aplikasi yang telah dipilih merupakan peserta utama pada langkah selanjutnya dari pengumpulan dan spesifikasi data.
Yang kedua adalah peninjauan dokumentasi yang ada, langkah kedua ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisa dokumen yang ada dan yang berhubungan dengan aplikasi – aplikasi. Adapun dokumen lainnya seperti kebijakan – kebijakan, form, report, dan bagan organisasi, akan diuji dan ditinjau kembali untuk menguji apakah dokumen tersebut berpengaruh terhadap kumpulan data dan proses spesifikasi.
        Yang ketiga adalah analisa lingkungan operasi dan pemprosesan data, langkah ini bertujuan untuk memperinci dan mempelajari informasi yang sekarang dan yang akan datang termaksud juga analisa jenis – jenis transaksi, frekuensi transaksinya dan juga arus informasi dalam sistem dimana informasi – informasi tersebut berupa input – output data. Dan yang keempat adalah daftar pertanyaan dan wawancara, langkah ini bertujuan untuk mengumpulkan jawaban pertanyaan – pertanyaan dari para pemakai basis data yang berpotensi. Ketua kelompok atau individu utama dapat diwawancarai sehingga input yang banyak dapat diterima dari mereka yang memperhatikan informasi yang berharga dan mengadakan prioritas.
5. Transaction throughput :
Ialah rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem basis data dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misal : digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file basis data.
         Throughput adalah Jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit atau interval waktu. Dalam sasaran penjadwalan proses, throughput ini adalah memaksimalkan jumlah job yang diproses per satu interval waktu. Lebih tinggi angka throughput, lebih banyak kerja yang dilakukan sistem. Umumnya, kecepatan sistem database diukur dengan throughput transaksi, dinyatakan sebagai jumlah transaksi per detik. Faktor-faktor untuk kinerja Berkeley DB dalam sistem transaksional biasanya file-file database dan file log. Keduanya faktor karena mereka membutuhkan disk I / O, yang relatif lambat untuk sumber daya sistem lainnya seperti CPU.
6.  Lakukan perancangan basis data dengan terlebih dahulu melakukan pengumpulan dan analisa data dengan contoh kasus aplikasi yang anda tentukan sendiri