Jumat, 28 September 2012

Tugas Database 2

Imam qordlowi

IT 1 AeU 
Pengajar : Pak Bachris
database system
NIM : 4812010013
 

1. Praktekan seluruh command pada DDL 
2. Tujuan Perancangan Basis Data
·         Untuk  memenuhi  kebutuhan-kebutuhan konten informasi dari  pengguna  dan  aplikasi-aplikasi tertentu.
·         Menyediakan struktur informasi yang alami dan mudah dipahami.
·         Mendukung  kebutuhan-kebutuhan    pemrosesan dan objektifitas  kinerja (waktu respon, waktu pemrosesan, dan ruang penyimpanan).
3. Perbedaan Macro Life Cycle dan Micro Life Cycle
Macro life cycle adalah siklus kehidupan system informasi.
1.             Database : Pada tahap ini menentukan model data dari basis data yang ingin dikembangkan.
2.             System definition Menentukan ruang lingkup aplikasi SI berupa para pemakai, awal dan berakhirnya     system.
3.              Requirements collection and Analysis Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data dan analisa dari hasil data yang telah terkumpul. Untuk penjelasan lebih lengkap apa saja yang harus dilakukan pada tahap perancangan basis data.
4.             Database Design & Application Design  Perancangan basis data dan perancangan aplikasi dari SI dilakukan pada tahap ini. Fase perancangan basis data meliputi secara konseptual, logical dan fisik.
5.             Implementation   Pemrosesan dari penulisan definisi basis data secara konseptual, eksternal, dan internal, pembuatan file-file basis data yang kosong, dan implementasi aplikasi yang telah dirancang ke dalam kode program perangkat lunak yang telah digabung dengan sistem basis data yang dibuat.
6.             Data loading and Conversion Data dimasukkan ke dalam sistem data dan selanjutnya melakukan konversi-konversi dari sistem yang lama ke dalam sistem yang baru.
7.             Testing  Sistem diuji dalam hal input, output dan proses untuk menghasilkan suatu pengujian yang menyeluruh sehingga dapat diketahui apabila ada kesalahan sistem, operasi atau pun kesalahan dalam proses.
8.             Operational & Maintenance   .Selama fase operasi, sistem secara konstan memonitor dan memelihara basis data. Pertambahan dan pengembangan data dan aplikasi-aplikasi perangkat lunak  dapat terjadi.Modifikasi dan pengaturan kembali basis data mungkin diperlukan dari waktu ke waktu.
Micro life cycle adalah siklus kehidupan basis data.
1. Pengumpulan data dan analisis
2. Perancangan basis data secara konseptual
3. Pemilihan DBMS
4. Perancangan basis data secara logika (data   model mapping)
5. Perancangan basis data secara fisik
6. Implementasi Sistem basis data.
        Pertama kenali bagian – bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan sistem basis data, termasuk pemakai yang ada dan para pemakai yang baru serta aplikasi – aplikasinya. Ada 4 aktifitas pengumpulan data dan analisa data, yang pertama adalah menentukan kelompok pemakai dan bidang – bidang aplikasinya . Langkah ini untuk menentukan aplikasi utama dan kelompok pengguna yang akan menggunakan basis data, individu utama pada tiap kelompok pemakai dan bidang aplikasi yang telah dipilih merupakan peserta utama pada langkah selanjutnya dari pengumpulan dan spesifikasi data.
Yang kedua adalah peninjauan dokumentasi yang ada, langkah kedua ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisa dokumen yang ada dan yang berhubungan dengan aplikasi – aplikasi. Adapun dokumen lainnya seperti kebijakan – kebijakan, form, report, dan bagan organisasi, akan diuji dan ditinjau kembali untuk menguji apakah dokumen tersebut berpengaruh terhadap kumpulan data dan proses spesifikasi.
        Yang ketiga adalah analisa lingkungan operasi dan pemprosesan data, langkah ini bertujuan untuk memperinci dan mempelajari informasi yang sekarang dan yang akan datang termaksud juga analisa jenis – jenis transaksi, frekuensi transaksinya dan juga arus informasi dalam sistem dimana informasi – informasi tersebut berupa input – output data. Dan yang keempat adalah daftar pertanyaan dan wawancara, langkah ini bertujuan untuk mengumpulkan jawaban pertanyaan – pertanyaan dari para pemakai basis data yang berpotensi. Ketua kelompok atau individu utama dapat diwawancarai sehingga input yang banyak dapat diterima dari mereka yang memperhatikan informasi yang berharga dan mengadakan prioritas.
5. Transaction throughput :
Ialah rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem basis data dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misal : digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file basis data.
         Throughput adalah Jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit atau interval waktu. Dalam sasaran penjadwalan proses, throughput ini adalah memaksimalkan jumlah job yang diproses per satu interval waktu. Lebih tinggi angka throughput, lebih banyak kerja yang dilakukan sistem. Umumnya, kecepatan sistem database diukur dengan throughput transaksi, dinyatakan sebagai jumlah transaksi per detik. Faktor-faktor untuk kinerja Berkeley DB dalam sistem transaksional biasanya file-file database dan file log. Keduanya faktor karena mereka membutuhkan disk I / O, yang relatif lambat untuk sumber daya sistem lainnya seperti CPU.
6.  Lakukan perancangan basis data dengan terlebih dahulu melakukan pengumpulan dan analisa data dengan contoh kasus aplikasi yang anda tentukan sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar