Imam
qordlowi
IT 1 AeU
Pengajar : Pak Bachris
database system
NIM : 4812010013 database system
1. Praktekan seluruh command pada DDL
2. Tujuan
Perancangan Basis Data
·
Untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan konten informasi dari
pengguna dan aplikasi-aplikasi tertentu.
·
Menyediakan
struktur informasi yang alami dan mudah dipahami.
·
Mendukung
kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan objektifitas
kinerja (waktu respon, waktu pemrosesan, dan ruang penyimpanan).
3. Perbedaan Macro Life
Cycle dan Micro Life Cycle
Macro life cycle
adalah siklus kehidupan system informasi.
1.
Database
: Pada tahap ini menentukan
model data dari basis data yang ingin dikembangkan.
2.
System
definition Menentukan ruang
lingkup aplikasi SI berupa para pemakai, awal dan berakhirnya
system.
3.
Requirements
collection and Analysis Pada tahap ini
dilakukan pengumpulan data dan analisa dari hasil data yang telah terkumpul.
Untuk penjelasan lebih lengkap apa saja yang harus dilakukan pada tahap
perancangan basis data.
4.
Database
Design & Application Design Perancangan basis data dan perancangan aplikasi dari SI
dilakukan pada tahap ini. Fase perancangan basis data meliputi secara
konseptual, logical dan fisik.
5.
Implementation Pemrosesan dari penulisan definisi basis data
secara konseptual, eksternal, dan internal, pembuatan file-file basis data yang
kosong, dan implementasi aplikasi yang telah dirancang ke dalam kode program
perangkat lunak yang telah digabung dengan sistem basis data yang dibuat.
6.
Data
loading and Conversion Data dimasukkan ke
dalam sistem data dan selanjutnya melakukan konversi-konversi dari sistem yang
lama ke dalam sistem yang baru.
7.
Testing Sistem diuji dalam hal input, output dan
proses untuk menghasilkan suatu pengujian yang menyeluruh sehingga dapat
diketahui apabila ada kesalahan sistem, operasi atau pun kesalahan dalam
proses.
8.
Operational
& Maintenance .Selama fase operasi, sistem secara konstan memonitor dan
memelihara basis data. Pertambahan dan pengembangan data dan aplikasi-aplikasi
perangkat lunak dapat terjadi.Modifikasi dan pengaturan kembali basis
data mungkin diperlukan dari waktu ke waktu.
Micro life cycle
adalah siklus kehidupan basis data.
1. Pengumpulan data
dan analisis
2. Perancangan basis
data secara konseptual
3. Pemilihan DBMS
4. Perancangan basis data secara logika (data
model mapping)
5. Perancangan basis
data secara fisik
6. Implementasi Sistem
basis data.
Pertama kenali
bagian – bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan sistem
basis data, termasuk pemakai yang ada dan para pemakai yang baru serta aplikasi
– aplikasinya. Ada 4 aktifitas pengumpulan data dan analisa data, yang pertama adalah
menentukan kelompok pemakai dan bidang – bidang aplikasinya . Langkah ini untuk
menentukan aplikasi utama dan kelompok pengguna yang akan menggunakan basis
data, individu utama pada tiap kelompok pemakai dan bidang aplikasi yang telah
dipilih merupakan peserta utama pada langkah selanjutnya dari pengumpulan dan
spesifikasi data.
Yang kedua adalah peninjauan dokumentasi yang
ada, langkah kedua ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisa dokumen yang
ada dan yang berhubungan dengan aplikasi – aplikasi. Adapun dokumen lainnya
seperti kebijakan – kebijakan, form, report, dan bagan organisasi, akan diuji
dan ditinjau kembali untuk menguji apakah dokumen tersebut berpengaruh terhadap
kumpulan data dan proses spesifikasi.
Yang ketiga adalah
analisa lingkungan operasi dan pemprosesan data, langkah ini bertujuan untuk
memperinci dan mempelajari informasi yang sekarang dan yang akan datang
termaksud juga analisa jenis – jenis transaksi, frekuensi transaksinya dan juga
arus informasi dalam sistem dimana informasi – informasi tersebut berupa input
– output data. Dan yang keempat adalah daftar pertanyaan dan wawancara, langkah
ini bertujuan untuk mengumpulkan jawaban pertanyaan – pertanyaan dari para
pemakai basis data yang berpotensi. Ketua kelompok atau individu utama dapat
diwawancarai sehingga input yang banyak dapat diterima dari mereka yang
memperhatikan informasi yang berharga dan mengadakan prioritas.
5. Transaction throughput :
Ialah rata-rata jumlah
transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem basis data dan merupakan
parameter kritis dari sistem transaksi (misal : digunakan pada pemesanan tempat
di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur
penyimpanan dan jalur akses untuk file-file basis data.
Throughput adalah Jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam
satu unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah job
pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit atau interval waktu. Dalam
sasaran penjadwalan proses, throughput ini adalah memaksimalkan jumlah job yang
diproses per satu interval waktu. Lebih tinggi angka throughput, lebih banyak
kerja yang dilakukan sistem. Umumnya, kecepatan sistem database diukur dengan
throughput transaksi, dinyatakan sebagai jumlah transaksi per detik.
Faktor-faktor untuk kinerja Berkeley DB dalam sistem transaksional biasanya
file-file database dan file log. Keduanya faktor karena mereka membutuhkan disk
I / O, yang relatif lambat untuk sumber daya sistem lainnya seperti CPU.
6. Lakukan perancangan
basis data dengan terlebih dahulu melakukan pengumpulan dan analisa data dengan
contoh kasus aplikasi yang anda tentukan sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar